Listrik Indonesia | Pemerintah mulai menata arah pengembangan hidrogen dan amonia sebagai bagian dari strategi jangka panjang transisi energi nasional. Melalui penyusunan Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional serta Strategi Hidrogen Nasional, pemanfaatan hidrogen tidak lagi sebatas konsep, tetapi diarahkan menuju implementasi nyata di berbagai sektor.

Isu tersebut menjadi fokus utama Majalah Listrik Indonesia (MLI) edisi 111 yang terbit awal 2026 dengan tema “Hidrogen dan Masa Depan Energi Nasional”. Edisi ini hadir bertepatan dengan peringatan HUT ke-17 MLI pada 14 Februari 2026. Direktur PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Rakhmad Dewanto, tampil sebagai figur utama dalam edisi khusus tersebut.

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menegaskan bahwa transisi energi global saat ini digerakkan oleh konsep 4D, yakni dekarbonisasi, digitalisasi, desentralisasi, dan deregulasi. Dalam konteks Indonesia, tantangan utamanya adalah menurunkan emisi karbon sekaligus mencapai swasembada energi.

Meski demikian, kesiapan ekosistem hidrogen di Indonesia masih menghadapi sejumlah hambatan. Tantangan regulasi, kepastian pasar, serta tingginya biaya produksi menjadi kendala utama. Indonesia Fuel Cell and Hydrogen Energy (IFHE) menilai kolaborasi lintas pemangku kepentingan mutlak diperlukan untuk memperkuat ekosistem hidrogen nasional.

Dari sisi teknologi, aspek keselamatan dan sertifikasi juga masih menjadi pekerjaan rumah. Hidrogen dikenal memiliki risiko tinggi sehingga membutuhkan standar teknis dan sistem pengamanan yang ketat. Sejumlah pelaku industri mulai memaparkan keahlian dan solusi teknologinya untuk menjawab tantangan tersebut.













Siap-siap Menerima Penghargaan Listrik Indonesia

Momentum penguatan isu hidrogen ini sejalan dengan perjalanan 17 tahun Majalah Listrik Indonesia yang sejak berdiri pada 2009 telah menjadi saksi perkembangan sektor ketenagalistrikan dan energi nasional.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-17, Majalah Listrik Indonesia juga akan menggelar ajang penghargaan bagi pelaku industri dan tokoh sektor energi dan ketenagalistrikan. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 22 April 2026.

Managing Director Majalah Listrik Indonesia, Irwadhi Marzuki, mengatakan edisi ini merupakan edisi spesial karena tidak hanya mengangkat isu strategis hidrogen, tetapi juga bertepatan dengan peringatan ulang tahun MLI. Selain mengulas masa depan hidrogen, edisi Februari ini juga menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-17 MLI yang puncaknya akan ditandai dengan awarding pada April mendatang.





By Daniel Wege

Consultor HAZOP Especializado em IA | 20+ Anos Transformando Riscos em Resultados | Experiência Global: PETROBRAS, SAIPEM e WALMART

Deixe um comentário

O seu endereço de e-mail não será publicado. Campos obrigatórios são marcados com *